
CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Cabang olahraga kriket Kota Malang rencananya bakal mengubah strategi pembinaan calon atlet untuk memperluas jaring regenerasi. Sekretaris Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Kota Malang Taufik mengatakan fokus pembinaan akan bergeser dari yang semula mahasiswa ke tingkat bawahnya atau pelajar.
“Kalau tahun-tahun sebelumnya kita fokus di UM, mahasiswa-mahasiswa yang latihan, tahun ini kita fokus ke siswa. Beberapa sekolah yang sering mengirim siswanya ke kita untuk dilatih itu nanti yang akan kita tingkatkan. Seperti SMAN 6, SMKN 6, SMAN 9, SMAN 8, MAN, SMAN 4 juga. Akan kita turunkan juga ke SMP, tapi kita fokusnya ke SMA,” kata Taufik.
Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang ini mengatakan ada sejumlah keterampilan yang nantinya harus dikuasai oleh atlet kriket. Mereka tidak cukup hanya bisa memukul, melempar dan berlari. Tapi mereka juga harus terlatih untuk menyusun strategi.
“Kriket itu kan permainan tim, tapi lebih dominan ke keterampilan individu. Misalnya batting (memukul), pemukul itu harus mempunyai skill yang tidak instan latihannya karena banyak sekali macam pukulannya. Kedua, bowler. Dia harus punya kemampuan melempar bola. Selain itu atlet juga harus punya keterampilan untuk fielder atau menjadi fielding ketika dia jaga,” lanjutnya.
Ke depan, PCI Kota Malang berencana menggelar berbagai macam event turnamen kriket agar masyarakat semakin mengenal olahraga ini. Perubahan arah pembinaan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan regenerasi atlet berjalan lebih luas dan berkelanjutan. PCI Kota Malang berharap kriket menjadi olahraga pilihan yang lekat dengan generasi muda. (adv)
Editor: Intan Refa




