
CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Pauze Cafe mengajak para kawula muda kreatif untuk ikut terlibat langsung mendesain konsep kafe lewat sayembara Open Design Competition Pauze Cafe. Sayembara ini menjadi ruang kolaborasi bagi desainer, mahasiswa, hingga masyarakat umum yang memiliki ide segar soal desain kafe.
Direktur Pauze Cafe Galih Surya Prayoga menjelaskan bahwa nama Pauze diambil dari bahasa Belanda yang artinya jeda. Filosofi ini menjadi dasar konsep kafe yang ingin dihadirkan sebagai tempat berhenti sejenak dari rutinitas. Sekaligus ruang tumbuhnya ide dan kreativitas.
“Cafe ini kami siapkan sebagai ruang jeda. Tempat orang bisa menikmati kopi, bertukar ide, dan mengekspresikan kreativitas,” ujar Galih.
Menurut Galih, ide terbaik sering lahir dari banyak sudut pandang. Karena itu, ia ingin membuka kesempatan seluas-luasnya bagi anak muda untuk berkontribusi.
Kompetisi ini terbuka untuk umum, terutama mahasiswa dan pegiat desain, arsitektur, maupun interior. Peserta tidak harus profesional, yang terpenting adalah memiliki konsep kuat dan orisinal.

Secara konsep, Galih berharap ada nuansa Belanda heritage yang berpadu dengan gaya modern. Desain kafe akan mencakup mini bar, open kitchen, drive thru, hingga ruang DJ. Ini menjadikan kafe ini bukan sekadar tempat ngopi, tetapi juga ruang berekspresi.
Lokasi Pauze Cafe sendiri berada di kawasan Kayutangan, tepatnya di eks Kafe Momos. Hal ini menjadi tantangan sekaligus inspirasi dalam perancangan desain agar tetap menghormati nilai sejarah, namun relevan dengan gaya hidup masa kini.
Mekanismenya, peserta cukup membuat konsep desain Pauze Cafe, kemudian mengunggahnya ke Instagram dengan mention @cityguide911fm. Selain itu, peserta juga mengirimkan konsep desain logo dan kafe ke email pauzecafe18@gmail.com.
Timeline kompetisi dibuka mulai 5-15 Januari, dan pemenang akan diumumkan pada 16 Januari. Total hadiah yang disiapkan mencapai Rp5 juta, plus kesempatan bagi pemenang untuk merealisasikan karyanya dan dikenal lebih luas oleh publik.
“Yang kami cari bukan hanya desain yang bagus. Tapi juga cerita di balik desain tersebut, kenapa konsep itu cocok untuk Pauze Cafe dan Kayutangan,” tambah Galih.
Melalui kompetisi ini, ia berharap dapat menjadi wadah belajar dan unjuk ide bagi generasi muda. Galih pun berpesan agar anak muda tidak ragu untuk mencoba. Calon peserta juga bisa mendatangi eks Kafe Momos untuk merasakan feel dan ukuran kafenya. Terbuka untuk umum, mulai pukul 08.00-12.00 WIB.
“Jangan menunggu sempurna. Ini ruang belajar dan ruang ide. Ambil jeda, tuangkan gagasan, dan siapa tahu ini jadi awal perjalanan kreatif kalian.”
Informasi lengkap mengenai Open Design Competition dapat diakses melalui Instagram @cityguide911fm. Untuk pertanyaan lebih lanjut, peserta dapat menghubungi +62 823-1349-1564.
Saatnya ambil jeda dan berkarya bersama Pauze Cafe. (Adv)
Editor: Intan Refa




