Pameran “Klik” Angkat Spontanitas dan Kritik Sosial Seniman Kota Batu

CITY GUIDE FM, KOTA BATU – Galeri Raos sejak 25 Desember 2025 lalu menghadirkan pameran seni rupa bertajuk “Klik”. Pameran ini menampilkan 56 karya dari 6 seniman asal Kota Batu dengan pendekatan yang mengedepankan spontanitas dalam berkarya.
Ragam karya yang dipamerkan pun beragam. Mulai dari lukisan abstrak, realistis, hingga karya yang sarat dengan kritik sosial. Salah satu seniman yang terlibat adalah Prie Wahyuono.
Kata Prie, pameran Klik tidak mengusung tema besar tertentu. Menurut pelukis era 1990-an ini, spontanitas menjadi roh utama dalam pameran tersebut, baik dalam proses penciptaan maupun pemaknaan karya.
“Kami ingin membangun persepsi yang seluas-luasnya tentang makna ‘Klik’. Setiap orang boleh memaknainya menurut sudut pandang masing-masing. Di karya-karya ini memang tidak ada tema besar, dan rata-rata teman-teman bekerja dengan gaya yang berbeda dari kebiasaan mereka sebelumnya,” jelas Prie.
Salah satu karya yang menarik perhatian pengunjung adalah lukisan berjudul Rata Tak Tertata dan Musim Kayu karya Ahmad Saihu. Karya tersebut merupakan lukisan semi-abstrak yang secara visual menggambarkan tragedi banjir di Sumatera.
Pada lukisan Musim Kayu, terlihat hamparan kayu dengan nuansa gelap yang mendominasi, menciptakan kesan muram dan penuh tekanan. Prie menyebut, kritik sosial yang muncul dalam sejumlah karya tersebut lahir dari respons spontan para seniman terhadap realitas yang mereka tangkap.
Hal ini sejalan dengan konsep besar pameran Klik yang menempatkan spontanitas sebagai dasar penciptaan karya.
“Spontanisme dan spontanitas itu menangkap persoalan yang ada di sekitar kita, termasuk persoalan lingkungan. Itu hadir secara alami dalam karya-karya teman-teman,” tambahnya.
Selain Prie Wahyuono dan Ahmad Saihu, pameran Klik juga melibatkan empat seniman lainnya, yakni Anwar, Riyanto, Sugiono, dan Yusfianto. Seluruh karya tersebut dipamerkan hingga 6 Januari 2026.
Terkait animo pengunjung, Prie mengaku pembukaan pameran yang bertepatan dengan masa libur Natal dan Tahun Baru membawa dampak positif. Galeri Raos terlihat lebih ramai dari hari-hari biasa, bahkan menarik minat pengunjung dari luar Kota Batu.
“Kalau dilihat, pengunjung memang lebih banyak, apalagi karena momen libur. Tapi karena pameran belum berakhir, kami masih belum bisa mengukur secara pasti dari hari ke hari,” pungkas Prie.
Reporter: Asrur Rodzi
Editor: Intan Refa




