Kunjungan Wisatawan Kota Batu saat Nataru 2025 Anjlok

CITY GUIDE FM, KOTA BATU – Tren kunjungan wisatawan pada momen Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Kota Batu belum sesuai harapan. Berdasarkan data Dinas Pariwisata Kota Batu, jumlah wisatawan tercatat mengalami penurunan signifikan dan jauh dari target.
Data rekapitulasi sementara menunjukkan, selama periode 13 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kota Batu hanya mencapai 674.195 orang. Dominasi kunjungan ada pada sektor Objek Daya Tarik Wisata (ODTW) sebanyak 565.436 orang. Sementara sektor akomodasi hanya mencatat 108.192 kunjungan
Angka tersebut baru menyentuh sekitar 61 persen. Padahal semula targetnya adalah 1,1 juta kunjungan wisatawan. Jika dibandingkan dengan periode libur Nataru tahun sebelumnya, penurunan ini terlihat cukup tajam.
Pada periode yang sama di tahun 2024, Kota Batu mampu menyedot hingga 1.142.767 kunjungan wisatawan. Kepala Disparta Kota Batu Onny Ardianto mengungkapkan bahwa data tersebut masih bersifat sementara.
Hingga Minggu (4/1/2026) pukul 16.26 WIB, laporan yang masuk baru mencapai 90,32 persen dari total pelaku usaha yang menjadi objek pendataan. Meski demikian, tren penurunan sudah terlihat cukup jelas dari kalkulasi harian.
“Kalau kita hitung rata-rata harian, tahun sebelumnya bisa mencapai sekitar 20 ribu kunjungan per hari. Pada periode Nataru kali ini hanya berkisar di angka 6 ribu wisatawan per hari,” jelas Onny.
Berdasarkan laporan kolektif, ada 91 jasa usaha akomodasi dan 44 daya tarik wisata yang jadi subyek pendataan. Data tersebut belum termasuk kunjungan wisatawan di sektor kuliner serta homestay dan vila. Karena paguyuban terkait belum menyampaikan laporan.
Dari sektor akomodasi, tercatat okupansi harian mencapai 67,23 persen, dengan persentase akumulasi sebesar 55,49 persen. Sementara itu, sektor daya tarik wisata mencatat persentase kunjungan harian sebesar 78,95 persen.
Onny membeberkan, terdapat dua faktor utama yang memengaruhi lesunya kunjungan wisata. Pertama, melemahnya daya beli masyarakat secara nasional yang membuat wisatawan lebih selektif dalam mengatur pengeluaran. Faktor kedua adalah kondisi cuaca ekstrem disertai hujan lebat yang terjadi tepat pada puncak libur Nataru.
“Cuaca ekstrem membuat banyak wisatawan memilih menunda perjalanan mereka ke Kota Batu,” ujarnya.
Meski mengalami penurunan, Onny mengatakan destinasi unggulan seperti Jawa Timur Park Group, Taman Rekreasi Selecta, hingga desa-desa wisata masih menjadi pilihan favorit wisatawan.
Reporter: Asrur Rodzi
Editor: Intan Refa




