Ekonomi BisnisNews

Kota Batu Ada Gerakan Pangan Murah di 3 Kecamatan

Gerakan Pangan Murah (GPM) di Desa Bulukerto, Bumiaji, Kota Batu.  (Foto: Istimewa)
Gerakan Pangan Murah (GPM) di Desa Bulukerto, Bumiaji, Kota Batu. (Foto: Istimewa)

CITY GUIDE FM, KOTA BATU – Pemerintah Kota Batu membuka Gerakan Pangan Murah (GPM) secara bergilir di tiga kecamatan untuk memastikan keterjangkauan kebutuhan pokok selama Ramadan. Titik perdana ada di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji pada Senin (3/3/2026).

Warga bisa mendapatkan berbagai komoditas pangan dengan harga di bawah rata-rata pasar di tengah tren kenaikan permintaan. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu Hendry Suseno mengungkapkan bahwa program ini bertujuan untuk memutus rantai spekulasi harga.

“Kami berupaya memutus rantai spekulasi harga yang sering muncul saat hari besar keagamaan. Dengan adanya stok pangan murah ini, masyarakat tidak perlu khawatir dengan lonjakan harga di pasar,” terang Hendry.

Tak perlu Waktu lama, sejumlah komoditas menjadi buruan karena selisih harga yang cukup signifikan. Beras SPHP dijual seharga Rp55 ribu per kemasan, telur ayam Rp29 ribu/kg, hingga daging ayam ras yang hanya Rp17 ribu per setengah kilogram. Selain itu, komoditas seperti bawang merah, bawang putih, hingga Minyakita juga tersedia dengan harga di bawah pasaran.

Hendry menambahkan kegiatan ini akan terus berlanjut di dua titik lainnya. Untuk Kecamatan Batu dipusatkan di Kelurahan Sisir pada Rabu (4/3/2026), sedangkan Kecamatan Junrejo akan digelar di Desa Mojorejo pada Kamis (5/3/2026).

Wali Kota Batu Nurochman memastikan bahwa meskipun harganya jauh lebih murah, kualitas bahan pokok tetap terjaga. Pihaknya bersinergi dengan Gapoktan dan Bulog untuk menjamin ketersediaan stok selama kegiatan berlangsung.

“Seperti yang kita lihat di Bulukerto, stok beras dari Bulog langsung dikirim sekitar enam ton. Kami pastikan kualitasnya standar dan layak konsumsi,” ujarnya.

Cak Nur berharap GPM mampu menjadi instrumen efektif dalam menekan angka inflasi di Kota Batu, khususnya untuk komoditas sensitif seperti cabai, telur, dan daging ayam.

Reporter: Asrur Rodzi

Editor: Intan Refa

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button