Budaya dan PariwisataNews

Kampung Kayutangan Heritage Jadi Role Model Penataan Kawasan Kumuh

Pengunjung membanjiri Kampung Kayutangan Heritage selama libur Natal dan Tahun Baru 2026. (Foto: Heri Prasetyo)
Pengunjung membanjiri Kampung Kayutangan Heritage selama libur Natal dan Tahun Baru 2026. (Foto: Heri Prasetyo)

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) berencana mereplikasi konsep Kampung Kayutangan Heritage dalam penataan kawasan kumuh berbasis partisipasi masyarakat. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengungkapkan, saat menerima kunjungan Menteri PKP Maruarar Sirait ke Kayutangan Heritage, pihaknya menjelaskan secara langsung progres pengembangan kawasan.

Mulai dari sejarah, konsep heritage, hingga transformasi kawasan yang dulunya kumuh menjadi destinasi wisata unggulan. Hasilnya, Kayutangan Heritage kini menjadi salah satu tujuan wisata dengan kunjungan terbanyak selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Pak Menteri melihat langsung bagaimana kawasan yang dulunya kumuh bisa berubah menjadi tujuan wisata nasional. Dari situ, beliau memerintahkan Pak Sekjen dan Bu Dirjen untuk mempelajari dan mereplikasi model ini sebagai pilot project di beberapa wilayah di Indonesia,” ujar Wahyu, Jumat (2/1/2026).

Keberhasilan Kayutangan Heritage tidak lepas dari proses panjang perubahan pola pikir (mindset) masyarakat. Menurutnya, tantangan terbesar bukan pada pembangunan fisik, melainkan mengajak warga terlibat dan percaya bahwa kawasan mereka bisa berubah menjadi lebih baik.

“Prosesnya tidak mudah. Tapi dengan pendekatan persuasif dan pelibatan masyarakat sejak awal, akhirnya warga ikut menjaga, mengelola, dan bahkan mendapatkan manfaat ekonomi dari kawasan ini,” katanya.

Ia menambahkan keberhasilan tersebut juga dibuktikan dengan berbagai penghargaan yang diraih, di antaranya sebagai perjalanan pembangunan daerah terbaik dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) terbaik tingkat nasional. Kini, masyarakat setempat tidak hanya lebih peduli terhadap lingkungan, tetapi juga memperoleh pendapatan tambahan dan peningkatan kesejahteraan.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Haryati menilai persoalan utama di perkotaan adalah munculnya kawasan padat yang tidak tertata hingga menjadi kumuh. Oleh karena itu, penanganannya tidak bisa hanya sebatas renovasi rumah.

“Kalau hanya memperbaiki rumah tanpa dibarengi penguatan ekonomi dan edukasi masyarakat, kawasan itu bisa kembali kumuh. Yang menarik dari Kayutangan adalah partisipasi masyarakat sudah dibangun sejak awal. Warga ditanya maunya apa dan dilibatkan dalam proses,” jelas Sri Haryati.

Menurutnya, keberhasilan Kayutangan Heritage juga terletak pada upaya meningkatkan nilai kawasan secara berkelanjutan. Model ini akan dijadikan rujukan dalam berbagai program Kementerian PKP. Seperti Bantuan Stimulan Rumah Swadaya (BSRS), penataan kawasan kumuh, hingga program sanitasi, yang dilaksanakan secara komprehensif tidak hanya fisik, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Kami ingin mencari champion di masyarakat, tokoh-tokoh lokal yang bisa menjadi pelopor perubahan dan mengajak warga menjaga kebersihan serta tata kelola kawasan,” ujarnya.

Sebagai langkah awal replikasi, Kementerian PKP mengajak sejumlah perwakilan kelurahan padat di Jakarta, seperti Kelurahan Menteng, Tanah Tinggi, dan Johar Baru, untuk belajar langsung ke kota Malang. Mereka dapat melihat secara nyata perubahan “before-after” dan memahami pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat.

“Ini bukan sekadar copy-paste. Setiap daerah punya karakteristik sendiri. Kuncinya adalah sinergi pusat dan daerah serta partisipasi masyarakat. Jika itu berjalan, kawasan padat pun bisa menjadi menarik, sehat, dan mampu meningkatkan kesejahteraan warganya,” tutupnya.

Reporter: Heri Prasetyo

Editor: Intan Refa

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button