Jamaah Harlah 1 Abad NU Dipastikan Capai 100 Ribu Orang

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Jumlah jamaah yang terkonfirmasi hadir dalam Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) mencapai 100 ribu orang, per Jumat (6/2/2026). Padahal kapasitas Stadion Gajayana hanya terbatas hingga 30 ribu jamaah saja.
Atas situasi ini, muncul rekomendasi untuk memberikan pembatasan kapasitas jumlah jamaah Harlah NU yang boleh masuk ke area stadion. Ketua PCNU Kota Malang sekaligus penanggung jawab kegiatan, KH Dr Isroqunnajah MAg atau Gus Is mengatakan pembatasan ini hasil koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota Malang dan Polda Jawa Timur.
“Begitu ada amanah langsung kita rapat intensif. Termasuk pengaturan alur bus jamaah dan setting lokasi stadion oleh dinas pemuda olahraga dan pariwisata. Dari kepolisian disarankan kapasitas maksimal 30 ribu jamaah,” ujarnya.
Oleh karena itu, panitia membagi kuota jamaah dari setiap kabupaten dan kota di Jawa Timur sekitar 30 persen dari total konfirmasi yang masuk.
“Data kami baca dari Google Drive yang diisi masing-masing PC. Ada yang mengirim 2.500 jamaah, ada yang sampai 15 ribu. Karena kapasitas maksimal 30 ribu, nanti kita sesuaikan proporsinya,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi membludaknya jamaah yang tidak tertampung di dalam stadion, panitia telah menyiapkan sejumlah fasilitas tambahan. Sedikitnya ada empat titik videotron akan terpasang di sekitar Stadion Gajayana.
Selain itu, Kabupaten Malang juga menyiapkan mobil videotron keliling agar jamaah tetap bisa mengikuti rangkaian mujahadah.
“Jamaah yang tidak masuk stadion tetap terfasilitasi di sekitar area. Semua kami siapkan agar tetap bisa mengikuti acara dengan khidmat,” tambah Gus Is.
Berdasarkan pantauan City Guide FM pada Jumat (6/2/2026), panitia telah mendirikan panggung utama, menyiapkan 50 unit toilet, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya. Untuk pengaturan jamaah, perempuan akan berada di area lapangan, sementara jamaah laki-laki berada di tribun.
Gus Is mengimbau jamaah untuk memperhatikan kondisi kesehatan. Meski tidak ada batasan usia khusus, ia menyarankan jamaah yang memiliki riwayat penyakit tertentu atau membutuhkan penanganan medis untuk mempertimbangkan kembali kehadiran.
“Yang penting tidak punya kendala kesehatan serius dan tidak membawa anak kecil agar tidak mengganggu kekhusyukan,” katanya.
Dengan jumlah konfirmasi yang terus bertambah, Gus Is memperkirakan total jamaah yang hadir bisa lebih banyak dari data resmi yang tercatat.
“Yang terkonfirmasi saja sudah lebih dari 100 ribu. Itu belum termasuk yang tidak terdata. Bisa jadi jumlahnya lebih besar,” pungkasnya.
Reporter: Heri Prasetyo
Editor: Intan Refa




