KesehatanNews

Dinkes Kota Malang Cek Kandungan Jajanan Takjil

Salah satu pedagang takjil di Kota Malang. (Foto: Heri Prasetyo)
Salah satu pedagang takjil di Kota Malang. (Foto: Heri Prasetyo)

CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Dinas Kesehatan Kota Malang melakukan uji sampel aneka jajanan takjil di sejumlah titik sejak Rabu (25/2/2026). Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr Husnul Muarif mengatakan pengambilan sampel untuk memastikan jajanan yang dijual kepada masyarakat memenuhi standar keamanan pangan.

“Kami tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga melakukan pemeriksaan sampling terhadap jajanan yang dijual,” kata Husnul saat meninjau kegiatan di RW 4, Kelurahan Tanjungrejo Kecamatan Sukun.

Pada hari ketiga pelaksanaan, tim dari Puskesmas Janti mengambil sampel di Jalan Ir Rais Gang IX. Tujuh jenis makanan yang diperiksa meliputi pempek, gulali, peuyeum asal Bandung, sosis, saus, bumbu tabur, dan cilok.

Kata Husnul, sampel terdiri dari makanan padat dan cair. Pemeriksaan fokus pada kandungan bahan tambahan pangan seperti pewarna, pemanis buatan, serta bahan pengeras atau pengenyal yang tidak sesuai ketentuan.

“Yang kami teliti terutama bahan tambahan pangannya. Apakah ada kandungan yang melebihi batas atau tidak sesuai aturan,” ujarnya.

Sampel-sampel tersebut akan melalui proses inkubasi dan uji laboratorium selama 2×24 jam. Hasil uji nantinya akan disampaikan kepada ketua paguyuban pedagang untuk diteruskan kepada seluruh anggota.

“Kami ingin memastikan jajanan yang beredar aman dikonsumsi masyarakat selama Ramadan,” kata Husnul.

Apabila ternyata ada kandungan yang tidak memenuhi standar, pihaknya akan melakukan pembinaan dan memberikan rekomendasi perbaikan kepada pedagang. Husnul mengatakan pengawasan ini tidak semata mencari pelanggaran. Melainkan mendorong pedagang untuk konsisten menggunakan bahan baku sesuai regulasi keamanan pangan.

Ia mengingatkan pedagang pasar takjil agar memperhatikan kualitas bahan baku makanan dan minuman yang digunakan. Setiap pedagang, kata Husnul, memiliki tanggung jawab terhadap kesehatan pembeli.

“Konsumen harus cermat, produsen wajib patuh aturan dan masyarakat ikut mengawasi. Dengan kolaborasi itu, kita bisa menghadirkan jajanan yang sehat dan aman,” ujarnya.

Reporter: Heri Prasetyo

Editor: Intan Refa

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button