
CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Nasril Septian Nugraha tampaknya tidak hanya moncer di seni bela diri silat, di cabang olahraga hapkido pun ia tak kalah cemerlangnya. Padahal Nasril baru mengenal olahraga ini baru awal Februari tahun 2024.
Saat itu Hapkido tengah mencari atlet untuk mewakili Kota Malang dalam ajang Porprov IX Jatim 2025.
Saking semangatnya berlatih, Nasril malah mengalami cedera di kaki saat melakukan latihan mandiri di rumah tiga minggu sebelum pertandingan tiba.
Ketika memeriksakan diri ke rumah sakit untuk melakukan rontgen, ternyata ia mengalami patah tulang fibula kaki kiri. Otomatis ia harus menjalani operasi pemasangan pen di kakinya.

Kondisi ini tentu mempengaruhi performanya di detik-detik menjelang laga. Harapan mampu menjuarai pertandingan pun sempat pupus. Beruntung, pelatihnya tidak melepaskannya begitu saja. Terapi demi terapi ia jalani, agar tetap siap bertanding apapun kondisinya.
“Namun dukungan moral yang luar biasa dari keluarga, teman dan juga pelatih, saya berhasil bertahan. Saya menyadari bahwa hambatan fisik hanyalah bagian dari proses panjang untuk menyelaraskan pikiran dan tubuh,” ungkap Nasril.
Luar biasa. Dalam kondisi pemulihan pasca operasi, mahasiswa Universitas Insan Budi Utomo ini tetap mampu membawa pulang satu medali merak pada kelas daeryun. Langkahnya terhenti di garis final karena cederanya makin parah dan bengkak setelah sempat terkena tendangan lawan.
“Esensi dari hapkido adalah akurasi, ketahanan fisik, fokus dan fleksibilitas. Selain itu, penguasaan teknik jatuhan sangat krusial untuk keamanan saat dibanting,” lanjutnya.
Untuk terus meningkatkan performanya, Nasril fokus pada 3 pilar latihan. Pertama, latihan fleksibilitas untuk memastikan ruang gerak sendi maksimal. Kedua, latihan fisik untuk membangun stamina dan kekuatan dasar. Ketiga, pendalaman materi untuk mempertajam pemahaman teknik agar eksekusi menjadi instingtif.
Pengalaman ini mengajarkannya bahwa jatuh bangun berulang kali adalah bagian dari hidup. Pelajaran terpenting baginya adalah kemampuan untuk bangkit. Maka untuk membayar kegagalannya tahun ini, Nasril bertekad untuk dapat membawa pulang emas pada gelaran Porprov X Jawa Timur 2027 di Surabaya. (adv)
Editor: Intan Refa




