Campak Kembali Muncul, Apakah Kita Sedang Lengah?

CITY GUIDE FM, IDJEN TALK – Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr Husnul Muarif menyampaikan munculnya 17 kasus campak di awal tahun 2026 menjadi alarm nyata bagi masyarakat. Pihaknya kini tengah menggencarkan kampanye imunisasi kejar untuk menutup celah kekebalan yang sempat mengendur.
“Setidaknya 13.000 anak di wilayah terdampak segera mendapatkan vaksinasi tambahan secara merata. Langkah ini diambil demi mencapai ambang batas kekebalan kelompok sebesar 95 persen agar rantai penularan virus dapat segera diputus,” kata Husnul.
Untuk merealisasikan target ini, petugas kesehatan di setiap Puskesmas menyisir anak-anak usia 9 bulan hingga 13 tahun yang belum mendapat dosis lengkap. Staf Divisi Infeksi Penyakit Tropik Ilmu Kesehatan Anak RSUD Saiful Anwar dr Dewangga Primananda Susanto menyampaikan campak bukanlah infeksi kulit biasa. Melainkan penyakit pernapasan yang sangat menular.
Baca juga:
Cegah Kota Malang KLB Campak, Segera Imunisasi Buah Hati Anda
“Kami memperingatkan orang tua untuk waspada terhadap gejala demam tinggi beserta batuk, pilek serta mata merah pada anak,” jelasnya.
Jika tidak mendapat penanganan yang tepat, virus ini dapat memicu komplikasi fatal seperti radang paru-paru hingga radang otak. Untuk itu penting bagi keluarga memahami upaya pencegahan, karena tidak ada obat spesifik bagi virus campak. Selain penguatan daya tahan tubuh dan pencegahan sejak dini.
Dokter Dewangga juga menjelaskan, pemberian dua dosis vaksin MR terbukti memberikan perlindungan medis yang efektif hingga 97 persen. Kesadaran untuk melengkapi status imunisasi rutin menjadi kunci utama agar anak-anak terhindar dari risiko komplikasi. (NURUL FITRIANI)
Simak selengkapnya:




