Blues Spirit Sesi 86: Perang Keserakahan dengan Hati Nurani
Setelah peristiwa bersalam-salaman pada silaturahim Lebaran kemarin mengendap, meninggalkan makna terdalamnya. Lalu masih kita saksikan, Perang Teluk yang berkecamuk, terus membunuh dan menghancurkan.
Di ruang sunyi, yang paling dalam, kita bisa berkesimpulan. Perang sesungguhnya adalah pertarungan keserakahan melawan hati nurani.
Amerika yang mengira kuat, Israel yang mengira pintar, bahkan Iran yang kita duga mempertahankan diri dengan kecerdasannya, akan kalah.
Simak juga:
Blues Spirit Sesi 85: Mudik, Memulangkan Diri yang Paling Jujur
Bukan oleh canggihnya senjata dan kepintaran strategi lawan. (Saya menyadur dari banyak tulisan dan merangkum dari banyak pendapat).
Bahwa mereka, akan kalah. Kalah oleh beratnya kesombongannya sendiri. Keunggulan teknologi bisa saja memberi kekuatan tanpa batas.
Tapi di situlah manusia akan dipaksa memilih. Menjadi lebih bijaksana atau hancur oleh kekuatannya sendiri.
Hari-hari ini kita semua akan menilai, bahwa perang yang dianggap sebagai jalan akhir menegakkan kebenaran. Akhirnya akan terasa sebagai tindakan keji dan memalukan bagi peradaban.
Cepat atau lambat, dunia tidak lagi membutuhkan pusat kekuasaan yang mengendalikan segalanya dengan senjata dan kekuatan ekonomi. Karena kebutuhan hidup manusia adalah pada keseimbangan.
Dominasi akan runtuh karena adanya kesadaran bahwa keamanan sejati tidak lahir dari rasa takut. Kita akan memahami, bahwa bumi adalah rumah bersama.
Geopolitik akan berubah dari perebutan wilayah menjadi kerjasama menjaga kehidupan. Pada saat itu, militer tidak akan lagi berjuang untuk martabat dan harga diri negaranya. Melainkan untuk menjaga kehidupan.
Bahkan –kata suatu tulisan– perbedaan agama, ideologi dan bangsa akan terlihat seperti perbedaan bahasa. Beda bunyi, tapi dapat berbicara tentang kemanusiaan yang sama.
Dan, pada akhir perjalanan panjang sejarah, manusia akan menemukan kebenaran sederhana yang selama ini ia cari. Bahwa kekuasaan terbesar bukanlah menguasai dunia, tetapi menjaga kehidupan di dalamnya.




