Blues Spirit Sesi 85: Mudik, Memulangkan Diri yang Paling Jujur
Alhamdulillah, hari-hari ini kita dapati, kita jalani dan kita nikmati peristiwa tahunan, Lebaran. Lebar dalam Bahasa Jawa berarti selesai, wis mari.
Tunai sudah rukun ketiga, puasa di bulan Ramadhan tahun ini oleh umat Islam Indonesia. Umat di negara yang berpenduduk muslim terbesar dunia.
Inilah kelegaan puncak.
Hari kemenangan.
Hari Raya.
Indonesia libur, untuk semua umat.
Tahun ini bersamaan juga dengan Hari Raya Nyepi bagi Umat Hindu.
Lebaran ialah idulfitri, kembali pada fitrah awal manusia. Bersih.
Lalu silaturahim, berbagi kebahagiaan dan saling memberi maaf, lahir dan batin. Sungkem kepada orang tua, bermaafan kepada sanak keluarga, sahabat, kenalan, relasi dan antar manusia.
Bergerak dalam satu momen, di kampung halaman. Maka berduyun-duyun, pulang. Mudik ke kampung halaman.
Proses ini menjadi ritual besar bangsa. Menjadi peristiwa budaya yg trs tercerahkan tiap tahun.
Mudik,…..
Pulang…adalah kerinduan dan harapan kepada kampung halaman.
Karena di sana eksistensi diri bermula, karakter dibentuk, perkerabatan yang jujur, pergaulan yang ikhlas
dijalin. Jati diri ditegakkan, identitas terwujud, fondasi sosial dibangun.
Semuanya tumbuh menjadi nilai yang hidup. Maka pulang adalah perjalanan batin, kembali kepada identitas kultural. Menemui memori dan hubungan manusia terdekatnya dalam hidup.
Tahun 2026 ini, dari data Kementerian Perhubungan, dilakukan oleh 143,91 juta orang. Itu lebih dari setengah jumlah penduduk negeri. Pergerakan aktualnya tembus 155 juta orang.
Semua bergerak bersamaan dalam pekan yang sama. Maka kita saksikan pemandangan ratusan ribu kendaraan, mengalir seperti arus air.
Tempat-tempat umum, padat berdesakan. Sampah, jorok ikut mewarnai ledakan jumlah pengguna.
Dan…Astaghfirullah, yang akan menyeberang ke Bali, terjebak antrean panjang. Dilaporkan sampai 45 km, butuh waktu 22 sampai 24 jam lebih.
Lelah. Rebah di lorong kapal. Banyak yang dehidrasi. Pingsan dan ada yang meninggal. Kecelakaan lalu lintas, pada periode awal ini sudah merenggut 29 nyawa. , 70 orang luka berat, total 600 orang korban.
Masih ada dua minggu lagi arus pulang pergi begini. Semua bergantung manajemen yang dikelola pemerintah. Ialah pejabat 5 tahunan yang dipekerjakan oleh daulat rakyat, digaji oleh keringat rakyat melalui pajak, untuk mengatur kebutuhan rakyat.
Mudik adalah kebutuhan yang bisa dihitung bahkan untuk 10 tahun akan datang. Tapi kenapa kebutuhannya masih dikerjakan dengan cara proyek tahunan?
Saya Imawan Mashuri, Arek Malang, Founder Arema Media Group, JTV dan beberapa media di Indonesia.
Dalam kesempatan ini perkenankan saya, memohon maaf lahir batin atas salah khilaf saya selama ini, kepada dulur-dulur kabeh di Malang Raya dan di mana pun saja.
Teristimewa kepada para senior, famili, saudara, sahabat dan rekan-rekan semua. Termasuk yang saya tuju melalui WA. Semoga kita semua selalu dalam cinta-Nya.




