
CITY GUIDE FM, KOTA MALANG – Sebelum pandemi COVID-19, Rosela Adrina Hariadi pernah menyaksikan pertandingan kriket di Situbondo bersama sang ayah. Saat itu, ia hanya sekedar menikmati keriuhan persaingan antara dua tim saja.
Beberapa tahun berselang, sang ayah kembali mengajaknya nonton pertandingan cricket di Lapangan Rampal untuk pertama kalinya pasca pandemi. Perlahan, Rosela mulai menunjukkan ketertarikannya pada kriket dan langsung mendapatkan lampu hijau dari sang ayah.
Rosela pun diuntungkan dengan studinya saat ini. Ia saat ini menempuh Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO) di Universitas Negeri Malang. Dari situ, tepatnya tahun 2024 dia mulai tekun berlatih.
“Kalau awal-awal saya mikir lebih ke fisik saya sendiri yang kurang kuat untuk mukul dan lempar. Gimana caranya saya juga harus memperbaiki fisik saya,” kata Sela.
Seiring berjalannya waktu, ia menyadari ternyata lebih sulit lagi mencari pemain. Bisa dikatakan, dulu timnya kekurangan anggota. Tak hilang akal, ia bersama kawan-kawannya pelan-pelan mendekati adik-adik SMA hingga teman kuliah.
“Capek aja sih untuk effort cari pemain. Tapi kalo effort latihan masih semangat banget, karena saya suka,” ungkapnya.
Berkat ketekunannya itu, mahasiswi semester 3 ini mendapat kepercayaan mewakili Kota Malang di sejumlah kejuaraan.
“Pertama itu Kejurprov tahun 2024, bulan Agustus, di Lapangan Bela Negara malang dapat juara 2 di nomor T10. Kemudian Porprov kemarin ini dapat 2 medali emas, 1 perak untuk tim putri nomor T20, 6’S dan Super Eight,” lanjut Sela.
Selama ini, kriket telah mengajarkannya arti kesabaran dan fokus pada target. Apalagi dukungan penuh dari kedua orang tuanya semakin membuatnya makin bersemangat. Ia bertekad untuk membuat kedua orang tuanya bangga dengan prestasinya di lapangan. Ia tidak terpaku pada gelar juara, tapi bagaimana performanya hari ini jauh lebih baik dari sebelumnya. (adv)
Editor: Intan Refa




